Siapa pun memuja kota kelahirannya, terlebih jika di sana jugalah ia dibesarkan..
Sibolga, tentu masih asing bagi sebagian besar kalian. Sebab kotamadya di pesisir Sumatera Utara ini memang jauh dari fenomena. Jarang sekali ada yang membanggakan, terutama soal pencapaian pemerintah, prestasi anak-anaknya, entah di bidang akademik pun lainnya, apalagi teroboson (baca: penemuan) berdayaguna. Kota kami ini jauh dari pemberitaan, tak cuma menggembirakan, bahkan yang memilukan saja terhitung.
Pernah ada film yang diproduksi dengan mengambil beberapa sisi Sibolga sebagai latarnya. Ya, sebatas latar, sebab meski dibuat di lokasi lain pun hasilnya akan sama saja. Mursala, itu judul filmnya. Ah, mereka sekadar mencuri pandang pada kota kami. Cuma menampilkan sedikit suasana senja dari jalan berbukit, lalu "seuprit" saja jalanan di sana, itu pun hanya untuk memfasilitasi iklan salah satu bank yang jadi sponsor.
Tapi kami toh mencintai kota ini sebagaimana adanya. Meski di layar bioskop ia cantik bukan main, tapi kami paham betul ia jauh lebih cantik dibanding penglihatan kamera mahal, terlebih sutradara berpengalaman. Kota dan kami adalah sejarah yang melampaui riset, melebihi penghayatan para bintang film Jakarta. (bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar