Jika lewat membaca kita berkenalan dengan penulis, apa menulis serta merta berarti memperkenalkan diri? Ah, belum tentu kan..

Sabtu, 02 Juli 2016

Iklan Djarum di Jam “Steril”

Hampir sebulan iklan Djarum malang melintang di televisi, sepanjang hari, dari pagi hingga malam. Menceritakan tiga keadaan yang sering menimbulkan prasangka, yakni: 1) seorang pria mengamati secara mencurigakan, 2) seorang pria menyerobot antrean (di adegan ini ada Praveen Jordan yang turut mengantre dan mengenakan kaos berlogo Djarum), dan 3) dua kelompok pria membawa benda tajam. Sampai di penghujung iklan, tahulah kita bahwa ada “tukang” rokok di balik amanat baik untuk tidak berprasangka itu.

Awalnya saya mengira iklan ini takkan bertahan lama, bukan hanya karena sekarang bulan Ramadhan, namun iklan rokok kan memang hanya diizinkan disiarkan di jam malam (di atas jam 21.30 WIB). Tunggu, apa Anda masih menganggap iklan Djarum tersebut bukan iklan rokok? Cobalah perhatikan iklan produk sejenis, konsepnya sama bukan? Penonton pertama-tama  disuguhkan cerita “inspiratif” barulah logo produsen atau merek rokok diperlihatkan. Nah sekarang, siapa pula akan luput memahami Djarum mencuri waktu tayang?


Saya tidak tahu persis aturan mana saja yang dilanggar PT Djarum, namun kenyataan bahwa iklan ini masih bebas “berkeliaran” (per 2 Juli 2016) agaknya harus mendapat perhatian serius Komisi Penyiaran Indonesia. 

Tidak ada komentar: