Hampir
sebulan iklan Djarum malang
melintang di televisi, sepanjang hari, dari pagi hingga malam. Menceritakan tiga keadaan yang
sering menimbulkan prasangka, yakni: 1) seorang pria mengamati secara
mencurigakan, 2) seorang pria menyerobot antrean (di adegan ini ada Praveen
Jordan yang turut mengantre dan mengenakan kaos berlogo Djarum), dan 3) dua kelompok
pria membawa benda tajam. Sampai di penghujung iklan, tahulah kita bahwa ada “tukang”
rokok di balik amanat baik untuk tidak berprasangka itu.
Awalnya saya mengira iklan ini takkan bertahan lama, bukan hanya karena
sekarang bulan Ramadhan, namun iklan rokok kan memang hanya diizinkan disiarkan
di jam malam (di atas jam 21.30 WIB). Tunggu, apa Anda masih menganggap iklan
Djarum tersebut bukan iklan rokok? Cobalah perhatikan iklan produk sejenis,
konsepnya sama bukan? Penonton pertama-tama
disuguhkan cerita “inspiratif” barulah logo produsen atau merek rokok
diperlihatkan. Nah sekarang, siapa pula akan luput memahami Djarum mencuri
waktu tayang?
Saya tidak tahu persis aturan mana saja yang dilanggar PT Djarum, namun
kenyataan bahwa iklan ini masih bebas “berkeliaran” (per 2 Juli 2016) agaknya
harus mendapat perhatian serius Komisi Penyiaran Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar