Jika lewat membaca kita berkenalan dengan penulis, apa menulis serta merta berarti memperkenalkan diri? Ah, belum tentu kan..

Rabu, 09 Maret 2016

Mencerminkan Pemiliknya

Sepanjang dan selama ingatanku, ia selalu melingkarkan jam di pergelangan tangan kirinya. Hitam, dengan sentuhan entah keperakan atau aluminium di bagian depan. Di dalamnya terdapat beberapa lingkaran kecil. Di mana pun, termasuk ketika berenang. 

Selama hampir tiga tahun memperhatikan ini, sedikit yang kutahu tentang benda itu —aku tak merasa harus bertanya— bukankah semua orang memang punya barang-barang pribadi? Lagipula, semua jam pasti berguna untuk menunjukkan waktu. 

Henry, dalam sebuah perbincangan, pun menyatakan keraguan ketika ditanya dari mana jam itu berasal. Ia menduga, Tasi sudah mengenakan jam itu sejak bergabung dalam Timnas hoki. Entahlah, kadang dari mana sesuatu berasal tidak lebih penting dibanding apa manfaat kehadirannya dan ke mana benda tersebut pergi. 

Kini Henry lah yang meneruskan mengenakannya. Hal menarik soal ini, adalah bagaimana sesuatu dirawat sedemikian telaten. Sebagai perbandingan, jam lain bahkan tidak bertahan selama lebih dari sebulan. Jadi, bertahun-tahun adalah waktu yang sangat lama untuk setia dengan satu model peralatan —kita tahu bahwa jam tangan selalu mengalami inovasi, dan ia dikenal menyukai perkembangan mode. Jam itu pasti melalui hari-hari yang sibuk bersama pemiliknya. Ia turut terpanggang matahari, bermandikan keringat, berguncang ketika diajak berlari, bahkan tenggelam entah berapa meter dalamnya di laut. Hingga jam itu bukan sebatas memberitahu waktu, ia mencerminkan pemiliknya.

Tidak ada komentar: