Jika lewat membaca kita berkenalan dengan penulis, apa menulis serta merta berarti memperkenalkan diri? Ah, belum tentu kan..

Senin, 02 Mei 2016

Menyusur Makna di Balik Tanya

Programa Hitam Putih
TRANS7 menayangkan talkshow berdurasi satu setengah jam ini setiap Senin hingga Jumat pukul 18.00 WIB. Deddy Corbuzier sang pembawa acara didampingi Chika Jessica, memandu para bintang tamu berbincang dalam suasana yang dibangun santai. Deddy selalu mengenakan setelan jas hitam sementara Chika variatif dengan beraneka model dan warna pakaian.

Waktu penayangan yang termasuk dalam jam tayang utama (prime time), memungkinkan programa ini ditonton oleh berbagai kalangan masyarakat. Namun jika dinilai dari konten yang ditawarkan, Hitam Putih ditujukan bagi penonton usia remaja hingga dewasa. Sayangnya, selama penayangan tidak dicantumkan klasifikasi penonton ini, sehingga peran orang tua menjadi lebih krusial sebagai pengawas bagi anak-anak mereka.

Tema Hitam Putih
Bintang tamu yang dihadirkan dalam programa ini tidak terbatas pada figur-figur publik seperti selebritis, melainkan orang-orang dari berbagai jenis profesi dan latar belakang. Sehingga tidak jarang dijumpai, mereka yang menjadi narasumber adalah veteran, pelukis, pengusaha, penemu muda, politisi, penderita penyakit tertentu, mahasiswa. Hal senada yang (hampir selalu) bisa kita temukan dalam diri para narasumber adalah: inspirasi.

Tema yang diangkat terbilang sederhana dan humanis. Beberapa kali menyoal berita-berita terhangat (fenomenal), namun jamak pula menghadirkan tema di luar perbincangan khalayak umum. Kedua pembawa acara akan menyampaikan beberapa pertanyaan (yang sudah disiapkan sebelumnya) kepada narasumber. Dari satu pertanyaan bisa muncul perntanyaan-pertanyaan lain yang seringkali spontan hingga terkesan kurang sopan (sarkasme[1]).


Menyusur Makna di Balik Tanya dan Tanda
Sebagai programa gelar wicara, Hitam Putih menumpukan kekuatannya pada konten percakapan antara pembawa acara dan narasumber. Karena memang hanya berisi lempar-tangkap kata-kata, maka penonton akan sangat memperhatikan alur percakapan. Membandingkan Hitam Putih dengan beraneka programa lain, yang sering memadankan talkshow dengan pertunjukan musik misalnya, mengharuskan programa ini betul-betul siap membawakan konten menarik.

Hitam Putih sebagai karya audio-visual, tidak dapat tidak dikaitkan dengan asal usulnya, yakni seni. Programa ini memadukan seni rekam, pertunjukan, sastra, desain, dekorasi, dll. Kesatuan semua unsur tersebut merupakan sepaket pesan yang hendak disampaikan pembuat programa kepada penontonnya. Lantas apa makna yang dapat ditelusiri dari penayangan Hitam Putih?

Episode tertanggal 17 April 2016 bertajuk “Meme Artis Cantik” dijadikan sampel untuk membahas makna di balik programa ini. Chelsea Islan dihadirkan sejak segmen pertama sebagai narasumber, lantaran beredar luasnya meme tentang dirinya di media sosial. Dua rekannya dalam salah satu film yang ia bintangi juga dihadirkan di segmen-segmen kemudian. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, “apa manfaat membahas meme bagi penonton?”, “mengapa tema ini yang diangkat?”, “apakah semua penonton mendapat manfaat yang sama dari episode tersebut?”

Hitam Putih tampak konsisten menghadirkan talkshow yang mengangkat nilai-nilai positif dari seseorang atau sekelompok orang untuk dijadikan inspirasi bagi penonton. Melalui pertanyaan pembawa acara, narasumber akan digiring untuk “menampilkan” dirinya yang sebenarnya, tanpa rupa-rupa pencitraan bahkan kesan-kesan menggurui. Sementara cerita berlangsung, penonton berperan sebagai pendengar yang sadar atau tidak merupakan penerima pesan meski tidak terlibat dalam komunikasi di antara kedua pihak di layar televisi.

Sebagaimana dijelaskan di awal, programa ini meletakkan kekuatannya pada konten percakapan. Deddy Corbuzier selalu tampak penasaran untuk membongkar cerita yang dimiliki bintang tamunya. Satu pertanyaan pembuka darinya bisa terus berlanjut dan menghasilkan jawaban-jawaban tidak terduga dari pihak yang ditanyai. Dalam seni berkomunikasi, keadaan ini bisa menguntungkan bisa pula merugikan. Menguntungkan bagi pihak yang membutuhkan informasi, namun bisa jadi merugikan bagi pemberi informasi karena tidak lagi berotoritas penuh atas informasi yang disampaikannya.

Dua sisi mata pisau di atas, seringkali menjadi alasan berbagai pihak memuji dan mencibir Hitam Putih. Memuji karena penonton disuguhkan berbagai informasi yang tidak hanya kulit luarnya saja, namun mencibir lantaran terkesan tidak menghormati privasi lawan bicara. Deddy bahkan sering disebut  tidak sopan karena pertanyaan pun komentarnya yang spontan memojokkan narasumber.

Penonton dalam hal ini sudah seharusnya bijak memilih sendiri dalam kepala dan nuraninya, mana perkara yang memang bermanfaat mana yang hanya harus dibiarkan berlalu. Selama menyaksikan programa ini memang banyak hal bisa dijadikan pelajaran, utamanya dari “kesaksian” para narasumber, apa yang menjadikan mereka diundang ke Hitam Putih adalah pelajaran paling berharga dari kehadiran bintang tamu.

Deddy Corbuzier akan membacakan beberapa kalimat inspiratif di akhir programa, biasanya merangkum seluruh segmen dalam kalimat yang mudah dipahami. Jika diperhatikan dengan serius, Hitam Putih memberi banyak pelajaran khususnya berkat kehadiran narasumber dan kemampuan pembawa acara me

Para pembawa acara hadir dalam karakter berbeda namun saling melengkapi. Deddy tampil sebagai sosok dengan kejujuran, kelugasan, kecerdasan, ketegasan, dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Ia mampu menangani semua karakter narasumber dan menemukan sari penting percakapan dengan mereka untuk dibagikan kepada penonton. Sementara Chika dengan pembawaannya yang sederhana, atraktif, dan humoris, mampu mengimbangi karakter Deddy.

Pakaian yang dikenakan Deddy dan bagaimana ia menampilkan dirinya, dapat dibaca sebagai upaya mengemas pembawa acara Hitam Putih ini sebagai sosok yang berkarakter kuat dan “berkuasa” selama tayangan berlangsung. Sementara Chika yang berpenampilan ceria dan cerah, menghadirkan suasana yang santai dan sering memancing Deddy menampilkan sisi humorisnya pula. Para narasumber yang hadir hampir selalu datang dengan pakaian sesuai profesinya. Tampak tidak ada upaya untuk menjadikan bintang tamu sebagai orang-orang yang seragam, melainkan orang-orang dengan karakter masing-masing, yang dibawa ke panggung Hitam Putih sebagaimana kesehariannya.

Penataan panggung juga dapat dihapami sebagai upaya yang secara sadar dibuat untuk mengarahkan penonton dan pengisi acara untuk berbincang dengan santai. Ruangan dirancang sebagai ruang tamu, disediakan sofa merah untuk Deddy sebagai point of interest berkat warna mencoloknya, dan sofa biru untuk tamu, dan meja putih. Dihadirkan pula piano di sisi kanan dan layar besar persis di tengah ruangan. Sebuah karpet lingkaran dengan kursi tamu berada di tengah mengimbangi perhatian penonton kepada bintang tamu.

Secara umum, makna yang ditangkap paling jelas dari programa Hitam Putih ada pada konten komunikasi antara pembawa acara dan narasumber. Pakaian yang dikenakan, ingar-bingar penataan panggung, hingga kehadiran penonton di lokasi terkesan sebagai unsur-unsur pelengkap dan tidak esensial.



[1] KKBI: (penggunaan) kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain; cemoohan atau ejekan kasar

Tidak ada komentar: