"Salam
dari bumi ke langit,
salam dari kami yang merindukanmu."
Syukur
bagi Tuhan Sang pemberi kehidupan. BerkatNya semata-matalah yang mengizinkan
semua berlangsung sempurna setiap harinya. Punya waktu luang untuk siapa pun
dengan bebas membaca kenangan ini. Buku ini, bagian dari keutuhanmu yang kau titipkan
di genggam tanganku.
Dulu,
masih terasa segar seperti baru kemarin terjadi. Tapi berlembar-lembar kalender
menjadi bukti paling jujur betapa lama kita sudah berpisah. Buku ini adalah
dirimu yang kubagikan kepada orang lain. Kepada mereka yang mengenal bahkan tak
pernah tahu keberadaanmu. Supaya bukan hanya aku yang belajar, namun sebanyak-banyaknya
orang yang bisa bersua lewat tulisan.
Kau mungkin
bukan guru terbaik bagi sebagian muridmu. Bukan teman terbaik bagi
teman-temanmu. Bahkan barangkali bukan putra atau kekasih terbaik yang pernah
seseorang miliki. Tapi, kami takkan menjadi diri kami yang sekarang kalau tidak
bertemu denganmu sebelumnya. Setiap hal di bumi terhubung satu sama lain,
membuat dunia seperti tenunan selimut raksasa. Dan aku percaya, setiap momen punya
alasan.
Ada
tujuan baik mengapa kita bertemu beberapa tahun silam. Ada pula alasan mengapa
kita berpisah beberapa tahun setelahnya. Maksud Tuhan semata-mata baik.
Hari
kemarin adalah sejarah. Hari ini adalah karunia, dan hari esok adalah misteri.
Penulisnya mengerti bahwa hidup harus dinikmati. Bumi adalah tempat bertugas
sementara.
Bogor, Januari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar