Logo Nyusu Neng |
Bersama seorang teman, aku memulai usaha kecil-kecilan. Seperti para pendahulu, kami tidak punya apa-apa: tidak harta benda tidak pula semangat menggebu-gebu. Kami mungkin hanya rekan sekerja yang sengaja dipertemukan Tuhan, supaya bisa saling menyikut kenyamanan sehari-hari. Nyusu Neng. Begitu kami memberi nama pada produk susu murni dagangan kami. Itu terjadi pada penghujung 2015 yang lalu, mungkin Oktober, jadi seharusnya sudah hampir enam bulan usaha ini berjalan. Namun nyatanya kami macet di tengah jalan dan kini seakan hidup segan mati tak mau.
Beberapa kali kami bertemu, sengaja dan tidak, lantas membicarakan kelanjutan Nyusu Neng. Pertemuan macam ini hampir selalu diakhiri dengan komitmen (sepenuh dan setengah hati) untuk bertahan bahkan berekspansi. Beragam ide kami biarkan lepas bebas di kepala, mencari celah untuk menemui wujudnya di dunia nyata. Hilir mudik kisah sukses pun testimoni orang-orang beruntung meluncur dari layar ponsel, dari berkas-berkas ingatan. Mereka selalu menggugah kesadaran diri.
Aku tak berani berharap banyak, terlebih ketika kami tidak benar-benar memberi banyak. Hidup selalu adil bagi siapa saja: pemenang pun pecundang. Lirik lagu ini memanggil-manggil untuk diyakini, "tersembunyi ujung jalan, hampir atau masih jauh". Panjang umur wirausaha!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar